OPINI

Blended Learning Potret Pendidikan 2021

Oleh
Muh Nadzirin Anshari Nur, S.Kom., MT

Tahun 2020 menjadi tahun terberat dalam dunia pendidikan, dimana sistem pendidikan kita diuji menghadapi situasi yang tak pernah terpikirkan sebelumnya yaitu munculnya Pandemi Covid-19.

Di Indonesia pada Bulan Maret 2020 masa-masa dimana bekerja dan belajar dari rumah dimulai, banyak yang terkejut dengan sistem belajar model ini, wajar saja karena memang kita belum terbiasa dengan pembelajaran jarak jauh sehingga melahirkan banyak istilah, mendadak online, mendadak e-learning dan istilah lainnya.

Dari jenjang pendidikan PAUD hingga perguruan tinggi mulai mempersiapkan segala hal berkaitan dengan pembelajaran jarak jauh atau lebih dikenal dengan istilah dalam jaringan (daring) mulai dari menyiapkan kuota bagi guru dan siswa, fasilitas LMS, aplikasi video conference (Zoom, Gmeet, dan lainnya), pelaksanaan seminar online atau webinar tiap hari terlaksana, ujian tugas akhir mahasiswa hingga promosi doktor dan wisuda juga dilaksanakan secara online, pembelajaran tatap muka digantikan dengan video conference, penggunaan media online seperti youtube makin populer dikalangan guru dan dosen hingga banyak saat ini praktisi pendidikan bergelut merangkap sebagai seorang youtuber.

Baca Juga :  Agista "The Strong Woman" Itu Telah Pergi

Di akhir tahun 2020 beberapa sekolah sudah mulai melakukan tatap muka atau luar jaringan (luring) dengan berbagai keterbatasan serta dikombinasikan dengan pembelajaran jarak jauh atau dalam istilah pendidikan dikenal pembelajaran campuran (Blended Learning) namun hal ini masih menjadi kontroversi ditengah meningkatnya kembali angka Covid-19 di Indonesia.

Di tahun 2021 terbit optimisme untuk menyelenggarakan tatap muka seiring dengan adanya vaksin Covid-19 dan juga kebijakan bersama menteri pendidikan bersama beberapa lembaga lainnya untuk penyelenggaraan tatap muka di bulan januari 2021, namun kondisi tersebut tetap diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah tergantung dengan mempertimbangkan kesiapan daerah masing-masing.

Baca Juga :  Agista "The Strong Woman" Itu Telah Pergi

Solusi yang tepat untuk saat ini adalah dengan melaksanakan pembelajaran kombinasi atau campuran yaitu “Blended Learning” dimana model pembelajaran ini menggabungkan cara belajar sinkron dan asinkron, daring dan luring, tradisional dan modern, konvensional dan online, beberapa lembaga pendidikan telah memulai hal ini di masa-masa pandemi hingga saat ini.

(Bonk & Graham, 2006) dalam Handbook of Blended Learning mengungkapkan bahwa Blended Learning adalah upaya untuk menggabungkan pengajaran tatap muka dengan instruksi yang di mediasi komputer, sehingga yang penting saat ini adalah bagaimana lembaga pendidikan, guru dan dosen mendesain pembelajaran Blended Learning sesuai dengan kurikulum dan tujuan pembelajaran misalnya dengan mendesain ulang RPP atau RPS, mengatur porsi atau presentase pelaksanaan pembelajaran daring dan luring, selain itu sistem blended dapat menerapkan model “ The Flipped Calssroom” dimana porsi pembelajaran daring lebih besar dibanding dengan luring.

Baca Juga :  Agista "The Strong Woman" Itu Telah Pergi

Pada proses tersebut ada 3 tahapan yatu : (1) tahapan persiapan (daring) tahapan ini pengajar mempersiapkan bahan untuk dipelajari peserta didik; (2) Tatap Muka (luring); (3) penugasan dan belajar mandiri (daring).

Diharapkan model pembelajaran Blended Learning ini bisa menjadi solusi tepat di tengah masih bertahannya Pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat agar hal ini tidak menjadi potensi meningkatnya angka penularan Covid-19, tetapi jika lembaga pendidikan belum siap dengan model Blended Learning dapat tetap menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh dengan e-learning juga merupakan alternatif solusi yang baik sembari berdoa semoga pandemi ini segera berakhir.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Shares