BERITA TERKINIDAERAHHEADLINE

Curhat Petani Konawe : Harga Gabah Anjlok, Pupuk Subsidi Langka

LAJUR.CO, KONAWE – Sejumlah petani padi di Kabupaten Konawe mengeluh anjloknya harga gabah dan kelangkaan kelangkaan pupuk subsidi. Hal ini terungkap saat pelaksanaan kegiatan tanam perdana Musim Tanam ke dua (MT2) kawasan pengembangan tiga kali tanam (IP 300) di Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Kamis (3/6/2021).

Agenda rutin ini dihadiri Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Gunawan, Kadis Ketahanan Pangan, Muhammad Akbar, Kepala Bulog Unaaha, Camat Tongauna dan petani-petani di kawasan pengembangan tiga kali tanam (IP 300).

Pada kesempatan itu, Ketua Koperasi Produsen Sumber Rezeki Mekarsari, Made Mitra curhat kendala yang dihadapi petani yakni persoalan pemasaran gabah. Ia mengatakan, kondisi harta gabah petani saat ini yang anjlok membuat petani menjerit.

Baca Juga :  Kemarin Seabad Kelahiran Soerharto, Berikut Kisah Pelik Perjalanan Hidup Eks Presiden RI Kedua

“Kami petani hanya tahu menanam dan menanam. Mohon solusinya,” ujar Made Mitra

Tak hanya didera harga gabah yang turun, Made mengakui terjadi kelangkaan pupuk yang menyulitkan petani. Pengecer pupuk subsidi di Kelurahan Mekar Sari Kecamatan Tongauna bahkan mengundurkan diri sehingga mempengaruhi arus pasokan pupuk di sana.

“Kami minta kepada pemerintah supaya koperasi kami mengambil alih pengencer pupuk subsidi, sehingga kalau ada relokasi di musim sekarang bisa kami serap dan petani tidak pusing mencari pupuk subsidi,” saran Made Mitra.

Baca Juga :  Bar-bar! Karyawan di Morosi Tewas Berlumuran Darah, Ditebas Bawahannya Pakai Badik

Ia berharap pemerintah bisa mencari solusi atas permasalahan petani tersebut.

Menyahuti kendala dihadapi petani, Kepala dinas (Kadis) Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP), Gunawan mengatakan akan melakukan koordinasi cepat sehingga permasalah harga gabah yang anjlok dan kelangkaan pupuk tidak berlarut.

“Masalah kelangkaan pupuk dan harga gabah, nanti kita duduk bersama pimpinan untuk membicarakan solusi yang terbaik,” kata kadis TPHP yang baru dilantik tersebut.

Lebih jauh mengenai agenda tanam perdana Musim Tanam ke dua (MT2) kawasan pengembangan tiga kali tanam (IP 300), Made mengaku telah mengikuti program pola tanam sesuai surat keputusan (SK) Bupati Konawe tahun 2021, program IP 300 tiga kali musim tanam. Kali ini bahkan sudah memasuki musim tanam kedua.

Baca Juga :  Tukang Pompa Air di Konawe Tewas Seketika Usai Tersengat Listrik

“Sekarang luas lahan petani kami, berjumlah 2000 hektare yang mengikuti Ip 300, namun karena ada 89 hektare airnya berasal dari Wawonggole dan airnya dilepas pada bulan 7 maka tidak bisa mengikuti 3 kali musim tanam Ip 300. Jadi yang mengikuti 3 kali musim tanam hanya 1800 hektare,” kata Made. CR2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
0Shares
0