2.4 C
New York
Sabtu, November 27, 2021

Buy now

Di Hadapan Gubernur Sultra, OJK Paparkan Trik Jaga Stabilitas Jasa Keuangan Selama PPKM

LAJUR CO, KENDARI – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra), Arjaya memaparkan trik jitu yang diterapkan lembaga OJK demi menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di Sultra tetap stabil selama penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menjaga sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah pemberlakuan PPKM untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 serta upaya bersama dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” kata Arjaya Dwi Jaya dihadapan Gubernur Sultra, Ali Mazi, Wali Kota Kendari, Sulkarnain, Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga, Bupati Bombana, H Tafdil yang hadir memeriahkan momen Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2021, Jumat (22/10/2021).

Kata Arjaya, selama PPKM diberlakukan, OJK terus secara reguler mengeluarkan kebijakan yang dibutuhkan pelaku industri jasa keuangan dalam mengoptimalkan perannya sebagai katalis pemulihan ekonomi nasional sekaligus tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.

OJK, lanjutnya, secara berkelanjutan melakukan asesmen terhadap sektor jasa keuangan dan perekonomian untuk menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional serta terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan.

Baca Juga :  Penambang Pasir yang Hilang di Lasalimu Selatan Ditemukan Tewas Diduga Diterkam Buaya

Berikut memasifkan program inklusi keuangan yang dinilai telah memiliki peranan penting dan strategis sehingga diharapkan dapat menjadi solusi untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Arjaya menyampaikan,dalam rangka mendukung pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90% pada tahun 2024 sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), OJK bersama Bank Indonesia, Industri Jasa Keuangan, dan stakeholders terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.

“Dapat kami sampaikan bahwa tingkat literasi keuangan di Sulawesi Tenggara pada tahun 2019 sebesar 36,75% dan tingkat inklusi keuangan sebesar 75,07%. Artinya 75,07% penduduk Sulawesi Tenggara telah mendapatkan akses kepada sektor jasa keuangan, namun hanya setengahnya yang benar-benar memahami tentang produk-produk yang digunakannya,” jelas Arjaya.

Baca Juga :  Bupati Ridwan Zakaria Blusukan Pantau Serbuan Vaksin Covid-19 di Pasar

“Oleh sebab itu, OJK bersama Industri Jasa Keuangan dan stakeholders perlu melakukan kegiatan-kegiatan edukasi keuangan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Oleh sebab itu, sebagai wujud nyata dari implementasi Perpres SNKI diperlukan suatu kegiatan yang mendorong tingkat literasi dan inklusi keuangan yang melibatkan seluruh Industri Jasa Keuangan, pemerintah daerah, stakeholders terkait, serta OJK,” kata Arjaya lagi.

Bulan Inklusi Keuangan uang menjadi agenda tahunan OJK, ujar Arjaya sebagai salah satu upaya mendekatkan masyarakat dengan produk dan layanan keuangan.

Dengan semakin terbukanya akses keuangan masyarakat, diharapkan penggunaan produk dan layanan keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan akan meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

BIK 2021 kali ini diramaikan pameran produk perbankan oleh perwakilan Pelakunya Usaha Jasa Keuangan (PJUK) di Sultra. Data OJK hingga September 2021, total ada 117 entitas pusat/cabang/perwakilan, terdiri dari 38 entitas dari sektor Perbankan, 14 entitas dari sektor Pasar Modal, dan 65 entitas dari sektor IKNB berekspansi di Sultra.

Baca Juga :  Potret Perayaan HUT ke-76 Brimob di Bumi Anoa : Komitmen Atasi Pandemi

“Jumlah PUJK ini menjadi potensi dalam mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara melalui sinergi inklusi keuangan dan perlindungan konsumen yang andal. Selain itu, seiring perkembangan zaman, kolaborasi antar PUJK harus makin ditingkatkan tanpa menghilangkan kompetisi yang sehat dalam bisnis demi mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan,” jelas Arjaya.

Kepala OJK Sultra, Arjaya Dwi Jaya menyerahkan tropi Dilan Award kepada Gubernur Sultra, Ali Mazi pada momen Bulan Inklusi Keuangan 2021.

Masih dalam momen BIK 2021, sebagai bentuk apresiasi OJK memberi reward pada kepala daerah hingga insan pers yang berkontribusi aktif mendukung program literasi inklusi keuangan.

Empat kepala daerah yang diganjar penghargaan Dilan (Duta Literasi & Inklusi Keuangan) Award yakni Gubernur Sultra, Ali Mazi, Wali Kota Kendari, Sulkarnain, Bupati Konawe Selatan, Surunuddin, Bupati Bombana, H Tafdil.

Sementara platform media yakni Berita Kota Kendari, LKBN Antara. Berikut perwakilan insan media yang memperoleh Dilan Award antara lain Lajur.co, Sultrakini.com, Penasultra.id, LKBN Antara. HL

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

LAJUR TERKINI

FOLLOW ME