BERITA TERKINIHEADLINE

Mayat Mengapung di Laut Banda Adalah Penumpang Kapal Kopra Asal Busel, Berikut Datanya!

LAJUR.CO, KENDARI – Misteri penemuan dua mayat plus satu korban selamat mengambang di Laut Banda yang dievakuasi Basarnas Kendari, Senin (13/9/2021), akhirnya terkuak.

Kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi mengatakan, ketiga orang terdiri dari dua korban meninggal dan satu selamat merupakan penumpang salah satu kapal yang nyaris tenggelam. Belum diketahui pasti, nama kapal ditumpangi oleh korban.

“Nama kapal sampai saat ini belum kami ketahui pastinya dikarenakan korban yang selamat tidak mengetahui. Kapal tersebut merupakan kapal bekas yang baru saja dibeli di Batu Atas Kabupaten Buton Selatan,” ungkapnya.

Satu orang dievakusi di Kapal KMN Fajar Mulia 09 sedangkan 2 orang penumpang dievakuasi di atas atap kapal yang nyaris tenggelam itu dalam keadaan meninggal dunia.

Baca Juga :  7 Aturan Baru untuk PNS: Soal Pungli, Bolos, sampai Izin Nikah

Berdasarkan info dari korban yang selamat, total jumlah penumpang kapal yang nyaris tenggelam berjumlah 4 orang. Tiga orang berhasil ditemukan, sementara satu orang penumpang masih dalam proses pencarian.

Dua korban yang ditemukan meninggal di tengah laut yakni Hasanuddin (34 tahun) dan Ihsanuddin (43 tahun). Sementara korban selamat yang ikut dievakuasi Basarnas Kendari yakni Jamaludin (54 tahun).

Berikut, korban yang belum ditemukan bernama Wahyu (30 tahun). Keempat penumpang kapal ini seluruhnya berdomisili di Maros Sulawesi Selatan.

Meski belum diketahui persis namanya, kata Aris, kapal naas tersebut dilaporkan melintasi rute Batu Atas Buton Selatan- Sorong Papua. Ciri-ciri kapal yakni berwarna abu – abu GT 6.

Baca Juga :  Reaksi Demokrat Soal Surat Gerombolan KSP Moeldoko Diduga Bakal Gelar HUT Ilegal

Kapal tersebut berangkat sejak Minggu 5 September 2021. Rutenya adalah Batu Atas – Sorong Papua. Pada hari Selasa 7 September 2021 sekitar pukul 12.00 Wita, kapal dihantam ombak dan kemasukan air.

Alhasil kapal dalam posisi nyaris tenggelam hanya menyisakan bagian atap kapal, tempat keempat korban bertahan.

“Pada hari Rabu 8 September 2021, satu org korban An Ihsanuddin meninggal dunia, disusul oleh korban An. Hasanuddin pada hari Kamis 9 September 2021 berdasarkan pengakuan dari korban yang selamat. Pada hari minggu tgl 12 September 2021,” jelasnya.

Korban lain bernama Wahyu memilih berenang dengan melompat ke tengah laut. Ia berinisiatif untuk mencari bantuan.

Sayang, nasibnya hingga kini hingga belum diketahui. “Saat berita ini dirilis ini korban masih dalam pencarian,” sambung Aris Sofingi.

Baca Juga :  Bodi Batang Mati Mesin di Perairan Tomia Wakatobi, Tiga Penumpang Selamat

Beruntung, Senin 13 September 2021 sekitar pukul 10.00 Wita, kapal nyaris tenggelam ini ditemukan oleh KMN Fajar Mulia 09.

Korban selamat kemudian dievakuasi ke kapal KMN Fajar Mulia. Pemilik kapal ini kemudian mengontak pihak Basarnas untuk meminta pertolongan.

Aris Sofingi menuturkan, evakuasi korban kapal tenggelam oleh Basarnas Kendari menggunakan KN SAR Pacitan. Begitu tiba di Dermaga Utama Basarnas Kawasan Timur Kendari, dua korban meninggal langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari. Sementara satu orang korban selamat dibawa ke Rumah Sakit Santa Anna untuk mendapat penanganan medis. Adm

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Shares