11 C
New York
Sabtu, Oktober 23, 2021

Buy now

Pulihkan Tubuh Akibat Kurang Tidur Butuh Lebih Banyak Waktu

LAJUR.CO, KENDARI – Kurang tidur seringkali dianggap sebagai masalah yang sepele, mengingat banyak orang yang mengalaminya. Entah karena tuntutan pekerjaan, urusan rumah tangga, bermain gim, atau bahkan bercengekrama dengan teman dapat menyebabkan kurang tidur.

Namun, tahukah kamu bahaya apa yang akan menghampiri bila kebiasaan ini terus dilakukan?

Data Hari Tidur Sedunia mengungkapkan, masalah tidur merupakan epidemi global yang mengancam kesehatan dan kualitas hidup hingga 45 persen populasi dunia.

Studi lain menyatakan bahwa tiga belas orang berusia 20-an yang waktu tidurnya kurang 30 persen dari waktu yang tidur yang dibutuhkan selama 10 malam, belum sepenuhnya berhasil memulihkan proses kognitif mereka walaupun mereka sudah diberikan kesempatan tidur tujuh malam tanpa batasan waktu.

Baca Juga :  2 Cara Mengatasi Dada Terasa Berat Sesuai Penyebabnya

“Ini adalah studi yang dilakukan dengan baik, meskipun kecil, dengan beberapa langkah untuk menguji dampak dari kurang tidur sebagian — terutama memeriksa durasi tidur menggunakan actigraphy pergelangan tangan, perubahan EEG dan kinerja kognitif,” ujar Spesialis Gangguan Tidur Bhanu Prakash Kolla dalam laporan CNN.

“Waktu reaksi meningkat selama tujuh hari dan kembali ke tingkat dasar, sementara proses kognitif lainnya, termasuk akurasi, tidak sepenuhnya pulih,” kata Kolla.

Baca Juga :  Lepas Kontingen Atlet ke PON XX Papua, Ali Mazi : Sultra Harus Menang

“Penelitian (ini) menunjukkan bahwa beberapa hal, seperti memori dan kecepatan pemrosesan mental, tidak akan bisa dipulihkan secara cepat,” ucap Spesialis Ilmu Tidur Raj Dasgupta.

“Pasti beberapa bagian utama yang hilang akibat kurang tidur yang dapat dipulihkan, tetapi ada beberapa hal yang tidak akan Anda dapatkan kembali dengan cepat,” kata Dasgupta lagi.

Studi lain juga mendukung temuan ini. Studi itu menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam di malam hari selama dua minggu, memiliki proses kognitif dan refleks yang sama buruknya dengan orang yang kurang tidur selama dua malam penuh.

Baca Juga :  Sahut-sahutan PB HMI - Humas PT Tiran : Ikram Pelesa Sebut Diteror, La Pili Klaim Difitnah

Otak membutuhkan siklus tidur yang cukup untuk menyerap keterampilan baru, menyimpan ingatan penting, dan memperbaiki tubuh di tingkat sel.

Kekurangan tidur kronis berdampak pada kemampuan kita untuk memperhatikan, mempelajari hal baru, menjadi kreatif, memecahkan masalah, dan membuat keputusan.

Sumber : CNNIndonesia.com

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

LAJUR TERKINI

FOLLOW ME