BERITA TERKINIDAERAHEKOBISHEADLINE

Tak Melulu Soal Ikan, Program PAAP Ajari Keluarga Nelayan Kelola Duit Hasil Melaut

LAJUR.CO, KENDARI – Program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) digaungkan oleh Rare Indonesia di Provinsi Sulawesi Tenggara tidak melulu bergerak dalam kampanye urusan merawat sumber daya di kawasan konservasi perairan.

Program PAAP diketahui ikut mengedukasi masyarakat pesisir agar paham mengenai tata cara pengelolaan keuangan agar tetap survive kala masa paceklik tangkapan ikan.

Di Kecamatan Siotapina dan Kecamatan Lasalimu Selatan Kabupaten Buton, lembaga konservasi dunia ini mendorong pembentukan Program Kelompok Simpan Pinjam (KSP) PAAP Lasinta Lape-lape. Lewat wadah ini, masyarakat nelayan yang semula buta soal pengaturan keuangan, kini lebih melek mengenai inklusi dan literasi keuangan.

Baca Juga :  Ekspose Implementasi PAAP di Sultra, Rare Indonesia Gaet 10 Jurnalis

“Dengan adanya program KSP ini masyarakat nelayan di sini punya kesadaran bagaimana mengelola keuangan dengan benar,” ucap Wa Ode Hasida selaku Konsultan Lapangan Inklusi Keuangan Rare di Siotapina.

Program KSP, kata Wa Ode Hasida memang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat nelayan mengenai inklusi dan literasi keuangan. Dengan begitu, penghasilan yang diperoleh dari laut bisa diatur mencukupi kebutuhan sehari-hari meski di musim paceklik.

Baca Juga :  Bakamla: Ribuan Kapal China Masuki Laut Natuna

Masa paceklik oleh nelayan biasanya terjadi kala kondisi cuaca ekstrem. Saat itu, penghasilan nelayan nihil karena tidak ada aktivitas melaut. Disinilah peran tata kelola keuangan menyelamatkan keluarga nelayan dari himpitan ekonomi.

Kata Waode Hasida, edukasi program ini dilakukan secara bertahap. Sebelum diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat nelayan diberi pelatihan dan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan. Bagaimana mengatur pengeluaran utama, pengeluaran tambahan dan bagaimana cara menabung yang baik.

“Masyarakat nelayan diberikan buku agenda keuangan untuk mencatat pemasukan maupun pengeluaran setiap harinya,” jelasnya.

Baca Juga :  3 Pernyataan Jokowi Terkait Rencana Pembelajaran Tatap Muka

Masyarakat nelayan juga diberi akses untuk meminjam uang sebagai modal usaha lewat KSP PAAP. Kemudahan ini diberikan jika nelayan telah menerapkan sistem pencatatan keuangan yang baik sebagai syarat akses modal.

“Selain menabung, mereka juga mendapatkan akses untuk meminjam uang, baik untuk modal usaha maupun untuk kebutuhan darurat keluarga. Jadi pada saat musim paceklik atau musim ombak mereka punya persediaan,” tutur Wa Ode Hasida. CR1

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Shares